BPJS Ketenagakerjaan dan DPRD Boalemo Perkuat Sinergi, Dorong Dukungan APBD Perubahan untuk Perluasan Perlindungan Pekerja

topmetro.news, Boalemo – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gorontalo terus memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan dalam rangka mempercepat terwujudnya Universal Coverage Jamsostek (UCJ). Hal tersebut diwujudkan melalui pertemuan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gorontalo Dr. Ir. Sanco Simanullang dengan Anggota DPRD Kabupaten Boalemo, yaitu Ketua Komisi III Muhammad Amin dan Anggota DPRD Arman Nawayi, di Tilamuta, Senin (27/07/2026).

Sanco didampingi Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pohuwato Sri Mulyana dan Petugas Wasrik Dicky mengungkapkan

Pertemuan tersebut membahas strategi percepatan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja di Kabupaten Boalemo, baik pekerja penerima upah maupun pekerja bukan penerima upah. Salah satu fokus utama pembahasan adalah peluang dukungan pendanaan melalui Perubahan APBD (P-APBD) untuk memberikan perlindungan kepada pekerja rentan di Kabupaten Boalemo.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gorontalo menyampaikan bahwa tingkat Universal Coverage Jamsostek (UCJ) Kabupaten Boalemo saat ini masih berada pada kisaran 35 persen, sehingga diperlukan langkah-langkah yang lebih masif dan kolaboratif agar semakin banyak pekerja memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gorontalo, Sanco menegaskan bahwa perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan investasi sosial yang akan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap DPRD Kabupaten Boalemo dapat menjadi mitra strategis dalam mempercepat terwujudnya Universal Coverage Jamsostek. Dengan dukungan kebijakan dan penganggaran melalui APBD Perubahan, semakin banyak pekerja rentan seperti petani, nelayan, pedagang, pelaku UMKM, buruh harian, hingga pekerja keagamaan yang dapat memperoleh perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. Ketika pekerja terlindungi, maka keluarganya pun memiliki jaring pengaman apabila terjadi risiko kecelakaan kerja maupun meninggal dunia. Ini merupakan investasi pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Boalemo,” ujar Sanco.

Ia juga menambahkan bahwa pencapaian UCJ tidak dapat dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Kami optimistis target peningkatan UCJ di Kabupaten Boalemo dapat tercapai apabila seluruh pihak bergerak bersama. Pemerintah daerah, DPRD, dunia usaha, pemerintah desa, dan masyarakat memiliki peran yang sama pentingnya dalam memastikan setiap pekerja mendapatkan hak atas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Semangat kolaborasi inilah yang menjadi kekuatan kita untuk mewujudkan Boalemo yang lebih sejahtera dan terlindungi,” tambahnya.

Dalam diskusi tersebut, turut dibahas pentingnya dukungan DPRD terhadap pengalokasian anggaran pada P-APBD untuk perlindungan pekerja rentan, seperti petani, nelayan, pedagang kecil, pelaku UMKM, buruh harian lepas, pekerja keagamaan, dan kelompok pekerja informal lainnya yang memiliki tingkat risiko kerja tinggi namun belum terlindungi.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Boalemo, Muhammad Amin, menyampaikan apresiasinya atas upaya BPJS Ketenagakerjaan dalam memperluas cakupan perlindungan pekerja di daerah.

Menurutnya, perlindungan jaminan sosial merupakan investasi sosial yang sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi risiko sosial ekonomi akibat kecelakaan kerja maupun meninggal dunia.

Sementara itu, Arman Nawayi menyampaikan bahwa DPRD siap membangun komunikasi lebih lanjut bersama Pemerintah Kabupaten Boalemo guna mengkaji peluang dukungan anggaran melalui P-APBD sehingga semakin banyak pekerja rentan yang dapat memperoleh perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.

Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dan DPRD Kabupaten Boalemo untuk mendorong peningkatan capaian Universal Coverage Jamsostek yang saat ini masih sekitar 35 persen 25.493 tenaga kerja dari 70.343 total pekerja.

Melalui kolaborasi yang erat, diharapkan cakupan perlindungan pekerja di Kabupaten Boalemo terus meningkat sehingga manfaat program BPJS Ketenagakerjaan dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.

BPJS Ketenagakerjaan optimistis bahwa dengan dukungan kebijakan, pengawasan, serta penguatan anggaran daerah, Kabupaten Boalemo dapat mempercepat pencapaian target Universal Coverage Jamsostek.

Semakin banyak pekerja yang terlindungi, semakin kuat pula ketahanan sosial dan ekonomi keluarga pekerja serta kontribusinya terhadap pembangunan daerah yang berkelanjutan.

penulis | Erris

Related posts

Leave a Comment